|
LANGKAH awal yang perlu diperhatikan untuk dapat menghasilkan siswa yang berkualitas tinggi adalah bagaimana siswa dapat menyukai materi yang akan dibawakan oleh guru. Sebaik apa pun pendekatan atau metode pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru dalam membawakan materi pembelajaran akan kurang bermakna dan banyak menemui hambatan bila siswa tidak menyenangi materi yang disampaikan.
Kecakapan seorang guru dalam mengetengahkan materi yang dapat menggugah semangat/motivasi siswa untuk mempelajarinya adalah suatu prestasi tersendiri yang menunjukkan tingkat keprofesionalan guru yang bersangkutan. Lesson study (pembelajaran dari studi yang dilakukan, red) merupakan salah satu bentuk pembinaan guru (in-service) yang dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru.
Lesson study, kata Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Sunaryo Kartadinata pada penandatanganan naskah kerja sama dan peluncuran program lesson study di Aula SMAN 8, Jln. Solontongan, belum lama ini, diimplementasikan di empat kabupaten/kota di Jawa Barat, yaitu Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, dan Subang.
Lesson study, jelasnya, dilakukan di wilayah guru mengajar dengan menggunakan kelas dalam lingkungan nyata, sehingga akan membiasakan guru bekerja secara kolaboratif baik dengan guru bidang studi dan dengan guru di luar bidang studi, bahkan dengan masyarakat. "Lesson study merupakan tindakan kolaboratif antara guru dalam menyusun rencana pembelajaran beserta research lesson-nya, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas yang disertai observasi dan refleksi. Dengan lesson study para guru dapat leluasa meningkatkan kinerja dan keprofesionalannya yang akhirnya dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan meghasilkan siswa yang berkualitas tinggi," ujar Sunaryo yang kembali menjabat sebagai Rektor UPI periode kedua.
Dalam Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Bab IV pasal 19 ayat 1, katanya, dinyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi siswa.
Hal ini, imbuh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bandung, Drs. H. Juhana, M.M.Pd. mengisyaratkan bahwa dalam pembelajaran seorang guru dituntut untuk dapat memiliki sebuah pendekatan, metode, dan teknik-teknik tertentu yang dapat menciptakan kondisi kelas pada pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. "Sehingga pada akhirnya akan diperoleh kondisi kelas yang termotivasi, aktivitas yang tinggi serta hasil belajar yang memuaskan. Lesson study dapat dijadikan jembatan untuk meniti cita-cita proses pembelajaran yang ideal sebagaimana tercantum dalam Standar Nasional Pendidikan," jelasnya seusai melakukan kesepakatan yang sama di Soreang.
Mulai ada lesson study
Lesson study diperkenalkan di Indonesia melalui kegiatan piloting yang dilaksanakan dalam proyek follow-up IMSTEP-JICA di tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Nasional Yogyakarta (UNY), dan Universitas Muhammadiyah (UM). Di UM lesson study diperkenalkan di Malang secara formal oleh JICA expert, Eisoke Saito, Ph.D. pada bulan januari 2004, selanjutnya diikuti kegiatan pengimplementasian lesson study di SMA laboratorium Universitas Negeri Malang (I Made Sulandra, 2006). Lesson study merupakan hal yang baru bagi sebagian sebagian besar guru. Lesson study diadopsi dari Jepang dan diujicobakan di beberapa sekolah sebagai pilot project, di antaranya Bandung (di bawah UPI), di Yogyakarta (di bawah UNY), dan di Malang (di bawah UM).
Apa lesson study
Lesson study yang dalam bahasa Jepang disebut Jugyokenkyu, kata Juhana lagi, adalah bentuk kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru/sekelompok guru yang bekerja sama dengan orang lain (dosen, guru mata pelajaran yang sama/guru satu tingkat kelas yang sama, atau guru lainya), merancang kegiatan untuk meningkatkan mutu belajar siswa dari pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru dari perencanaan pembelajaran yang dirancang bersama/sendiri, kemudian diobservasi oleh teman guru yang lain dan setelah itu mereka melakukan refleksi bersama atas hasil pengamatan yang baru saja dilakukan.
"Refleksi bersama merupakan diskusi para pengamat dan guru pengajar untuk menyempurnakan proses pembelajaran di mana titik berat pembahasan pada bagaimana siswa belajar, kapan siswa belajar, kapan siswa mulai bosan mendapatkan pengetahuan dan kapan siswa mampu menjelaskan kepada temannya dan kapan siswa mampu mengajarkan kepada seluruh kelas," ungkapnya. Lesson study, katanya juga, merupakan siklus kegiatan kelompok guru yang bekerja bersama dalam menentukan tujuan pembelajaran, melakukan research lesson dan secara berkolaborasi mengamati, mendiskusikan, dan memperbaiki pembelajaran tersebut.
Mengapa lesson study
Lewis (dalam Mucthar Abdul Karim, 2006) menyatakan bahwa lesson study dipilih dan diimplementasikan karena beberapa alasan. Pertama, lesson study merupakan suatu cara efektif yang dapat meningkatkan kualitas belajar dan mengajar serta pelajaran di kelas.
Kedua, lesson study yang didesain dengan baik akan menghasilkan guru yang profesional dan inovatif. Jadi lesson study dipilih sebagai salah satu cara untuk meningkatkan proses pembelajaran, di mana seorang guru mengajak kerja sama guru yang lain. Kerja sama tersebut dimulai dari merancang pembelajaran, melaksanakan dan mengamati proses pembelajaran, serta melakukan diskusi/refleksi terhadap pelajaran yang dilakukan. Istilah populer dalam lesson study adalah plan-do-see-reflection. Ketiga hal tersebut yang merupakan inti dari lesson study.
Bagaimana lesson study
Untuk dapat memulai kegiatan lesson study diperlukan perubahan dari dalam diri guru sehingga memiliki semangat introspeksi terhadap apa yang sudah dilakukan selama ini dalam proses pembelajaran. Selain sikap dasar yang harus disiapkan yang juga sangat penting adalah peranan komponen terkait dalam bidang pendidikan, kepala sekolah, MGMP, kantor dinas pendidikan, universitas, dan para pemerhati pendidikan pada komitmen nyata dalam mendukung kegiatan lesson study. Sumber: Galamedia |